Hal apa yang terbersit dipikiran Anda bila mendengar kata "Dieng" (?) mungkin yang terbayangkan adalah dataran tinggi dan bersuhu dingin. Tepat sekali bila Anda membayangkan itu karena Dieng merupakan kawasan dataran tinggi nomor dua di dunia setelah Dataran Tinggi Tibet, patut berbangga di negeri kita terdapat kawasan dataran tinggi yang mendunia. Lokasi Dieng masuk di wilayah Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Landscape alam Dieng menjadi daya tarik para wisatawan untuk mengunjungi tempat yang bersuhu dingin ini, secara umum tempat-tempat yang menarik dikunjungi yaitu pegunungannya, kawah, danau/telaga, peninggalan sejarah seni budaya bangunan masa lampau berupa candi-candi, serta wisata budaya yang menyuguhkan upacara adat.
Dalam kesempatan satu hari kami menjelajah beberapa lokasi yang populer saja dari banyak pilihan lokasi wisata di Dieng. Pertama kami menjejakkan kaki di Gunung Sikunir, jangan sampai salah waktu mengunjungi puncak Sikunir supaya bisa menikmati momen saat matahari terbit.
Landscape alam Dieng menjadi daya tarik para wisatawan untuk mengunjungi tempat yang bersuhu dingin ini, secara umum tempat-tempat yang menarik dikunjungi yaitu pegunungannya, kawah, danau/telaga, peninggalan sejarah seni budaya bangunan masa lampau berupa candi-candi, serta wisata budaya yang menyuguhkan upacara adat.
Dalam kesempatan satu hari kami menjelajah beberapa lokasi yang populer saja dari banyak pilihan lokasi wisata di Dieng. Pertama kami menjejakkan kaki di Gunung Sikunir, jangan sampai salah waktu mengunjungi puncak Sikunir supaya bisa menikmati momen saat matahari terbit.
Setelah naik-turun gunung setinggi 2.463 m yang menguras energi, kami melanjutkan perjalanan berikutnya ke Telaga Warna. Sesampainya di tujuan "woow" kami disuguhkan pemandangan hamparan air tampak kehijauan yang menyegarkan semangat kami untuk mengelilingi Telaga Warna ini.
| Berhenti sejenak mendapati pohon yang tumbang menjuntai ke tepian telaga dimanfaatkan untuk diduduki serta jeprat-jepret |
Hari telah menjelang siang kamipun bergegas menuju tempat yang tidak kalah menariknya yaitu Kawah Sikidang, di sini kami dapat menyaksikan secara langsung keluarnya gas yang beraroma belerang, wajib pakai masker untuk melihat lebih dekat ke lubang keluarnya gas berasap putih ini.
Sempatkan mampir sejenak di kios-kios sederhana sepanjang kanan kiri jalan yang dilalui untuk mengisi perut dengan menu kuliner khas daerah seperti mie ongklok, tempe kemul, kentang goreng sebagai camilan, dan oleh-oleh andalannya yaitu manisan carica (pepaya gunung) maupun hasil pertaniannya kentang merah.
| Mendaki bukit agar bisa memperoleh view yang menarik dari panorama Kawah Sikidang. |
![]() |
| Berkreasi foto dengan asap belerang. |
| Dieng merupakan penghasil sayuran kentang sebagai komoditas utama. |
Tujuan terakhir kami di Komplek Candi Arjuna, dari bentuk bisa ditebak bahwa candi ini merupakan bangunan candi Hindu, berbeda dengan candi Budha yang bercirikan pada puncaknya terdapat stupa seperti pada Candi Borobudur. Berkunjung disini menambah wawasan tentang peninggalan bersejarah abad lampau.
Setelah seharian menjelajah Dieng mengetahui pesona alamanya yang indah, suatu saat pastinya akan dirindukan oleh kami untuk "Hadir Lagi" mengunjungi kedua kalinya, ketiga kalinya dan seterusnya. (FK)



No comments:
Post a Comment